LEZATNYA MASAKAN KHAS CHIANG MAI DI KHUM KANTOKE RESTORAN
PANGANAN CHIANG MAI THAILAND, mBlakrak No Comments »
Hari sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi saat kami turun ke ruang makan untuk sarapan pagi, sarapan pagi di hotel relative sama di hamper semua hotel, namun yang membedakan kalau di hotel di Chiang mai ini adalah salad dan buah yang tersaji dengan kondisi yang sangat segar jadi sangatlah menarik untuk disantap. Setelah puas menikmati sarapan pagi kamipun menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di seputaran hotel, karena jam 12.00 kami akan berpindah dari Suriwongse Hotel ke Empress Hotel tempat penyelenggaraan SEAAIR 2011.
Pagi ini kami memutuskan untuk mengunjungi Tampin Plaza, sebuah IT Plaza seperti THR Mall kalau di Surabaya, namun lebih kecil dan barang yang dijual juga tidak terlalu beragam. Hanya sebentar kami menghabiskan waktu di sini, karena kami harus bersiap-siap untuk check out dari Suriwongse hotel. Tepat pukul 12.00 kamipun akhirnya berpindah ke Empress hotel yang ternyata tempatnya tidak terlalu jauh hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan mobil van milik Suriwongse hotel.
Setelah urusan check in di Empress hotel beres, siang ini kami akan mengunjungi Central Airport Mall, pusat perbelanjaan terbesar di Chiang mai. Mall ini ternyata tidak terlalu besar sebesar Plaza Surabaya, beraneka macam barang dijual di sini, dan yang saya sangat senang di sini ada satu toko yang menjual khusus pakaian dengan ukuran besar. Hanya butuh 15 menit dari hotel dengan naik songtee atau biasa disebut dengan nama red car (karena memang warnanya merah) semacam angkot yang bisa kemana saja di seputaran kota chiang mai. Tujuan pertama kami siang ini adalah makan siang karena sudah pukul 13.30 saat kami sampai di mall ini, kamipun akhirnya menuju ke Top food court yang berada di lantai dasar. Siang ini saya memesan ChickenHainan Nodle, mie kuah yang dimasak dengan sayur dan disajikan dalam mangkok yang tidak terlalu dengan topping ayam rebus yang dimasak ala ayam Hainan. Rasanya lumayan enak namun sayangnya porsinya tidak terlalu banyak jadi tidak bisa membuat perut terasa kenyang, jadi sehabis makan kamipun memesan pisang goreng untuk mengganjal perut. Pisang goreng di tempat ini sajiannya berbeda dengan kebanyakan pisang goreng karena disajikan dengan topping kacang wijen, tampilan sebenarnya tidak menarik tapi rasanya luar biasa wuenak poll.
Sehabis makan kamipun melihat-lihat seputaran mall, saya menyempatkan diri untuk membeli baju khas Thailand di toko baju yang khusus menjual baju dengan ukuran besar, sayangnya saya tidak menemukan celana jeans dengan merk yang saya cari. Pukul 17.00 kamipun kembali ke Empress Hotel karena kami harus mempersiapkan presentasi yang akan kami presentasikan di SEAAIR.
Dua hari penuh kita habiskan untuk mengikuti seluruh agenda acara SEAAIR 2011, lumayan menguras pikiran dan tenaga karena kami harus mempresentasikan hasil penelitian di hadapan para peserta SEAAIR yang berasal dari berbagai negara Asean. Panitia SEAAIR mengundang seluruh peserta untuk menikmati makan malam khas Chiang mai di Khum Khantoke Restoran.
Hari menunjukkan pukul 17.30 saat semua peserta berkumpul di halaman Empress Hotel, tampak dua buah bus kampus sudah menanti untuk mengantar para peserta SEAAIR menuju Khum Khantoke, tepat pukul 18.00 wib bus pun berangkat meninggalkan hotel, jalanan sore hari di Chiang mai ternyata cukup padat dan cenderung merambat, sehingga untuk jarak yang sebetulnya tidak terlalu jauh dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai di Restoran khum Kantoke.
Turun dari bus rombongan disambut dengan tari-tarian selamat datang dan kamipun dipersilahkan menuju ke tempat duduk, ternyata tempat duduk yang disediakan model lesehan.Minuman langsung disajikan begitu kami sudah mengambil tempat, hanya ada dua pilihan minuman yatu coca cola dan fanta orange serta air putih. Akupun memesan air putih dingin, karena aku sudah lama tidak pernah minum soft drink. Di panggung para artis mulai mempertunjukkan “Art Performance” khas Thailand, sementara di meja makananpun mulai disajikan. Yang pertama keluar adalah Sup Ayam yang disajikan dengan ketan rebus, sebuah perpaduan yang cukup unik. Supnya lumayan enak dengan isian ayam yang di potong kecil-kecil dan wortel, kubis dan kol. Menu utama disajikandalam satu tampah besar berisikan berane macam lauk, mulai ayam goreng, cap cay, ayam masak gulai manis, sarden ikan tongkol/tuna, krupuk pangsit dan lalapan lengkap sawi, kol, kobis, labu dan kacang panjang lengkap dengan sambel pedas.
Pertam kucoba ayam gorengnya, rasanya gurih dan enak, apalagi dimakan dengan lalapan rasanya sungguh menggugah selera. Capcaynya tidak terlalu istimewa, menurutku terlalu asin, jadi buat saya yang tidak begitu suka asin rasanya menjadi tidak pas. Ayam gulai nya rasanya juga lumayan, mirip ayam pop padang tapi dengan bumbu rempah yang lebih keras. Sarden ikan tongkol/tuna nya enak sekali, bumbu sardennya terasa pas dimulut, rasa asem, pedas, manis dan asin nya tercampur dengan pas sehingga nikmat saat disantap. Menu yang disajikan ini terus ditambah begitu kelihatan di meja habis, atau kita juga bisa memanggil pelayan saat ada menu yang kita inginkan habis dan minta ditambah. Sepanjang waktu makan ada bebrapa artis yang mendatangi meja-meja dan mereka mengajak kita foto bersama, ternyata ini adalah salah satu cara mereka untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari jualan foto, karena begitu kita selesai makan mereka mengedarkan hasil foto tersebut kemeja-meja dan meminta kita untuk membelinya dengan harga 100 bath. Sementara di panggung para artis tetap mempertunjukkan art performance dibawah guyuran hujan yang turun rintik-rintik. Tapi kalau boleh jujur tidak ada yang terlalu istimewa rasa masakannya, apabila dibandingkan dengan di Surabaya masih lebih enakan di Surabaya. Tepat pukul 21.00 acara selesai dan rombongan kembali ke hotel, saya dan beberapa rekan minta di turunkan di night market, dan acarapun kita lanjutkan dengan berbelanja oleh-oleh di Night market.
Hari jum’at pagi acara memasuki hari terakhir, agendanya adalah meeting para pengurus commitee SEAAIR dan dilanjutkan dengan penutupan, namun aku dengan rombongan kecil yang dari awal berangkat bersama, minus satu orang rekan yang tetap tinggal, berangkat meninggalkan Chiang Mai menuju ke Kuala Lumpur. Tepat pukul 09.00 pagi pesawat Airasia yang kami tumpangi meninggalkan Chiang mai menuju Kuala lumpur, setelah menempuh dua jam lebih akhirnya pesawat mendarat di LCCT Kuala lumpur. Dengan naik bus kami menuju ke kota Damansara, memang kami berencana transit di kota damansara sebelum balik ke Surabaya. Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 saat kami sampai di Tune hotel Damansara.
Hari masih pagi saat kami meninggalkan hotel menuju ke Terminal Bandar Tasik Selatan. Pagi ini kami berencana mengunjungi kota Malaka, daerah kota tua yang jaraknya sekitar duajam perjalanan dari Kuala lumpur. Perjalanan ke Malaka kami lakukan dengan naik bus Nice dari terminal Bandar tasik Selatan berangkat tepat pukul 09.30. Sepanjang perjalanan kami lalui dengan melalui jalan Tol jadi disepanjang perjalanan yang banyak hanya kebun sawit, setelah dua jam perjalanan sampailah kami di terminal Malaka, dengan naik taxi yang kami charter kamipun menuju ke pusat kota lama di jalan Jongker ( Jongker Street). Dua jam penuh kami menikmati suasana di kota tua malaka dan akhirnya kamipun kembali ke kuala Lumpur dengan naik bus Nice yang sama.
Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 wib saat bus yang kami tumpangi sampai di KL Sentral, kamipun segera menuju ke Food Court karena dari siang kami belum sempat makan. Habis makan saya pun segera memisahkan diri dengan rekan-rekan yang lain, karena harus segera menuju ke LCTT, sementara keempat rekan yang lain masih stay satu malam lagi di Damansara. Dengan menggunakan kereta KLIA Transit saya berangkat menuju ke LCCT, malam ini saya akan bergabung dengan rekan-rekan lain yang baru datang dari Chiang mai untuk bersama-sama balik ke Surabaya. dan malamnya tepat pukul 22.00 pesawat Air Asia yang membawa kamipun bertolak menuju ke Surabaya dan perjalanan mblakrak kali inipun berakhir.
(bedug@empresshotelchiangmai)
Hari sudah menunjukkan pukul 9.00 pagi saat telpon di kamarku berdering, rupanya mobil yang kupesan sudah menunggu di lobi, bergegas aku pun turun ke bawah, karena rekan-rekan ku yang lain sudah ada di lobi. Rencana perjalanan kami hari ini adalah mengunjungi beberapa tempat wisata di seputaran kota Chiang mai, mumpung acara resmi untuk presentasi SEAAIR 2011 belum di mulai.

Di Johor tarif taxi di counter seperti ini rasanya lebih mahal dibandingkan dengan di Kuala Lumpur. Tapi memang di Malaysia secara umum layanan taxinya jauh dibandingkan di Indonesia, baik dari armada taxinya yang kebanyakan sudah lama dan kebiasaan para supir yang selalu minta harga borongan, satu lagi kebiasaan untuk minta tambahan RM 3 – RM 5 kalau kita membawa koper yang lumayan banyak. Jadi kalau mau naik taxi selain di tempat counter yang memang sudah dipatok harganya, kita harus pastikan dulu sebelum naik taxi bahwa kita minta dengan argometer.
Hanya butuh sepuluh menit kamipun sudah sampai di Tune hotels. Sore ini kami memutuskan untuk istirahat dahulu karena esok pagi kami berencana ke Singapura, tak lupa sebelum istirahat kami menyempatkan diri untuk memesan tiket bis Oddesey yang counternya adda di samping lobi hotel. Memang salah satu keuntungan menginap di tempat ini adalah kita tidak perlu repot-repot ke terminal Larkin Johor Bahru untuk mencari transportasi ke Singapura karena ada shuttle bus yang melayani rute Tune Hotels – Pulau Sentosa – Marina Bay Singapura
Hari masih kelihatan pagi mataharipun belum muncul dengan sempurna, tepat pukul tujuh saat bis Oddesey yang kami tumpangi mulai meninggalkan Tune hotels menuju singapura. Empat puluh lima menit kemudian kamipun sudah memasuki imigrasi Malaysia. Semua diminta turun dan mempersiapkan Pasport karena akan meninggalkan Malaysia. Hanya
Hari ini agendanya adalah menghabiskan waktu seharian di Singapura, setelah istirahat sejenak di Marina Bay sambil melihat suasana di sekitar sini, perjalanan dilanjutkan menuju ke Merlion dan akhirnya di Orchard Road, memang di Orchard roadlah yang menjadi tujuan utama kami hari ini, mumpung lagi ada Singapore Sale jadi banyak mall di Orchard Road yang memberikan diskon yang cukup besar (diskonnya ad yang samapai 70%) untuk berbagai macam barang. Seharian penuh kami habiskan di sini, termasuk makan siang di kami lakukan di foodcourt Luky plaza yang sudah menjadi langganan kami saat berada di kawasan Orchard road (baca ulasan tentang foodcourt di Luky Plaza dalam artikel saya terdahulu)
Hari sudah petang walaupun suasana masih belum gelap, tepat pukul 19.00 waktu setempat saat bis Oddysey yang kita tumpangi berangkat meninggalkan Marina Bay kembali menuju Johor Bahru, setelah membereskan urusan imigrasi di Singapura dan Malaysia tepat pukul 21.00 kamipun sudah sampai kembali di Tune Hotels Johor bahru. Badan lumayan capek setelah seharian jalan-jalan ditambah rasa lapar karena belum makan malam, membuat kami memutuskan untuk mampir di rumah makan di depan Tune Hotels. Memang ada sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan saat aku terakhir kali ke Johor Bahru bulan Oktober tahun lalu, sekarang tepat di depan hotel ada sebuah rumah makan baru yang khusus menjual Ikan bakar, namanya Ikan Bakar Sekinchan. Sekinchan adalah nama perkampungan nelayan di daerah pinggiran Johor Bahru yang terkenal sebagai tempat makan ikan bakar. Di sini hampir semua menu yang di sajikan adalah menu ikan dan seafood yang dibakar, sesuai dengan Motto rumah makan ini yaitu ” KITA BAKOR AJER” (kita bakar semuanya).
Saat masuk kedalam rumah makan ini kita langsung dipersilahkan untuk memilih sendiri ikan apa yang akan kita pesan, ada beraneka macam ikan segar yang tersaji dalam satu meja besar, ada ikan kembung, ikan ayam, ikan cencaru, ikan pari, ikan kerapu, ikan siakap, ikan terubuk, ikan sembilang, ikan selar kuning, ikan jenahak, ikan kali, ikan bawal, kerang, cumi-cumi, udang dan kepiting. semuanya masih fresh dan nanti setelah kita pilih akan langsung di bakar.
Malam ini saya memesan ikan siakap yang berukuran cukup besar dan cumi-cumi. Setelah menunggu beberapa saat ikan bakar pesanan kitapun disajikan dalam kondisi yang masih panas, yang aku suprais adalah cara penyajian ikannya, ikan yang dibakar disajikan dengan disiram dengan kuah kari yang berempah warna merah kecoklatan, berbeda dengan ikan bakar yang sering kumakan di surabaya. Ikan bakar ini disajikan dengan tiga macam sambal khas salah satunya sambal ikan bilis yang jarang ada ditempat lain dan semangkok sayur mentah segar beraneka macam.
Saat mulai kucoba memakan ikan bakar yang sudah bercampur dengan bumbu rempah ternyata rasanya sungguh luar biasa nendang habiss. Ikan bakarnya menjadi lebih berasa nikmat di lidah saat kusantap, apalagi saat kutambahkan sambal ikan bilis khas sekinchan dan sayuran mentah sebagai lalapnya, menjadikan rasa ikan bakarnya menjadi semakin lezat. Cumi bakarnyanya pun tidak kalah enaknya, rasa cumi bakar yang bercampur dengan bumbu rempah menjadikan rasa cuminya menjadi lebih enak. Sungguh suatu sensasi rasa yang tidak boleh anda lewatkan, kalau anda lagi berada di Johor bahru tempat ini wajib dicoba dijamin sippp (bedug@tunehotelsjohorbahru)
































Awal bulan Juli kemarin aku berdua dengan istri bisa menikmati jalan-jalan tanpa memikirkan biaya perjalanan dan penginapan yang mahal, sebagai hasil dari perburuan tiket dan kamar yang telah kulakukan di bulan oktober tahun lalu. Perjalanan kita mulai hari jumat sore sehabis magrib pukul 18.40 wib, dengan pesawat Airasia kita berdua berangkat menuju ke Kuala lumpur, tiga jam kemudian kamipun sudah mendarat di bandara LCCT kuala lumpur, setelah mengurus imigrasi kami pun langsung menuju ke Tune Hotels Sepang yang terletak di tepat di depan bandara, malam ini kami memang akan transit semalam di KL, hanya butuh sepuluh menit bus yang kami tumpangi sudah sampai di hotel dan kamipun langsung beristirahat, karena besok pagi-pagi setelah subuh kami akan melanjutkan perjalanan ke Johor bahru.
Hari masih sangat pagi saat kami berdua check out dari Tune Hotels Sepang, dengan naik bis yang tadi malam juga kami naiki, kami menuju ke bandara LCCT kuala lumpur, pagi ini kami akan melanjutkan perjalanan ke Johor bahru untuk memulai liburan yang sudah lama kami rencanakan. Tepat pukul 07.25 waktu setempat pesawat Airasia yang membawa kami ke Johorbahru pun berangkat meninggalkan kuala lumpur, dan 45 menit kemudian pesawat sudah mendarat di bandar udara Sultan Ismail Senai Johor bahru. Hari masih baru beranjak siang saat taxi yang kami tumpangi sampai di Tune hotels Johor bahru yang terletak di jalan Skudai Danga Bay Johor bahru, setelah menitipkan koper di reseptionis karena kami baru bisa check-in jam dua siang, maka acara jalan-jalan di johor bahru kami mulai dengan keliling kota Johor bahru dengan menggunakan taxi.
Kota Johor bahru tidak terlalu luas jadi hanya sekitar 45 menit kamipun sudah selesai mengelilingi hampir semua tempat di Johor bahru, mulai dari pelabuhan, pantai, masjid dan juga istana Sultan johor, akhirnya kamipun minta diturunkan di City Square, mall terbesar di Johor bahru. City Square mirip dengan Tunjungan Plaza Surabaya dan tidak terlalu ada yang istimewa di sini, sama seperti layaknya mall kebanyakan. Setelah puas berjalan-jalan di Mall kami pun memutuskan untuk berpindah ke tempat lain yang katanya juga merupakan mall besar di Johor bahru yaitu di Angsana Plaza. Hanya butuh sekitar 20 menit untuk mencapai tempat ini dengan taxi, Mall Angsana ternyata tempatnya tidak terlalu jauh dari Tune hotels, dan sudah pernah kami lewati saat perjalanan dari bandara menuju hotel. Angsana Plaza lebih kecil dari City Square, tempatnya mirip dengan ITC Surabaya, beraneka barang dijual di sini dengan harga yang jauh lebih murah, sama persis seperti di ITC Surabaya.
Setelah puas berjalan-jalan mengelilingi plaza ini, kamipun menuju food court yang ada di lantai dasar, ada tempat makan yang pengin kucoba, karena dari informasi yang pernah saya baca di food court ini ada penjual mee khas Johor bahru yang sudah sangat terkenal. Food court di tempat ini ternyata lumayan luas, karena ada di sisi kiri dan kanan dari Mall dan ada banyak penjual yang berderet di stand-stand yang tertata dengan rapi. Setelah mencari beberapa saat akhirnya kutemukan juga tempat yang ku cari, siang ini aku pengin mencoba Mee rebus yang sudah sangat terkenal di Johor Bahru yang salah satu standnya ada di Plaza Angsana ini, namanya Mee Rebus Hj. Wahid’s. Kedai mee rebus ini dulunya buka di Tepian Tebrau, sebuah daerah di pinggiran kota Johor Bahru yang sekarang sudah menjadi daerah yang ramai karena sudah ada Hypermaket Jusco yang dibuka di sana. Hypermarket Jusco ini di Johor Bahru memang terkenal sebagai hypermarket yang super lengkap dan areanya sangatlah luas.
Kedai Mee Rebus Hj. Wahid menempati salah satu stand di foodcourt sayap sebelah kanan berdampingan dengan banyak stand penjual makanan yang lain. Ada satu yang membedakan stand ini dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu hampir mayoritas pembeli di foodcourt ini kebanyakan memesan mee rebus dan otak-otak buatan kedai Hj. Wahid ini. Akupun semakin penasaran untuk segera mencobanya, maka akupun segera memesan dua Mee Rebus dan dua gelas Tea Ais. Sambil menunggu pesanan disajikan, di meja sudah tersaji semangkuk otak-otak ikan yang terbungkus daun kelapa masih kelihatan panas karena habis dibakar. Ketika kucoba untuk membuka bungkus daun kelapa dan mulai memakannya, ternyata rasanya sungguh dahsyat wuenak sekali, lain dengan otak-otak yang sering ku makan di surabaya. Otak-otaknya sangatlah gurih dengan rasa pedas yang pas, aroma dan rasa ikannya sangatlah terasa sekali. Memang otak-otak gagrak Melayu sudah sangat terkenal karena rasanya dan ternyata hal ini memang bukan cuma omongan belaka, karena otak-otak di sini memang sangat luar biasa.
Tak begitu lama kemudian pesanan Mee Rebus yang kupesanpun dihidangkan, tampilannya sungguh berbeda dengan yang kubayangkan, karena yang tersaji adalah semangkok mee rebus panas bercampur taoge dan telur rebus dengan kuah kari yang kental berwarna coklat dan diberi toping kremesan semacam koyah dan daun bawang, serta seiris jeruk nipis.
Jujur saja melihat tampilannya sebenarnya aku hampir tidak tertarik, tetapi karena sudah kupesan maka akupun mencoba mee rebus yang sudah tersaji, pertama tama aku menambahkan jeruk nipis dan kemudian mengaduk mee rebus hingga merata, saat aku mulai memakannya ternyata rasanya sungguh dahsyat asli uenak, mie rebus panas bercampur taoge dan telur rebus dengan kuah kental rasanya sungguh gurih dan segar, apalagi koyah yang telah bercampur menjadi satu menjadikan mee rebus ini menjadi sangatlah “bedace” rasanya, apalagi saat kucoba mencampurkan otak-otak ke dalam campuran kuah dan mee rebusnya, sungguh suatu sensasi rasa yang benar-benar mantab dan sangatlah enak terasa di lidah, dan alhasil akupun menambah satu mangkok lagi untuk memuaskan rasa nikmat mee rebus khas Johor bahru ini. (bedug@tunehotelsjohorbahru)













Sudah lama juga aku tidak pernah mengupload artikel kuliner baru di blog ini sama lamanya dengan aku tidak pulang mudik ke kediri, memang semenjak setahun yang lalu ibu sudah lebih banyak tinggal di sidoarjo di rumah adikku, hanya kalau pas awal bulan saja pulang ke kediri ngurus pensiunan. Hal ini menyebabkan aku tidak perlu lagi susah-susah ke kediri kalau mau nengok ibu, akhirnya malah tidak pernah mudik kediri. Akhirnya sabtu kemarin sambil sekalian ngantar ibu yang mau ngurus pensiunan di kediri, aku berdua dengan istri dan adikku sekalian mudik ke kediri.
Hari masih gelap baru menjelang jam lima pagi kita sudah meninggalkan rumah di kawasan Pondok Candra untuk menuju ke kediri, satu jam kemudian kita sudah sampai di kota Mojokerto. Acara pertama hari ini dimulai di kota ini, yaitu sarapan pecel tumpang di Warung Hj. Sarkiyah. Memang tempat sarapan ini menjadi langgananku sejak lama. Sepiring sayur dengan kuah sambal pecel dan diguyur dengan sambal tumpang dengan lauk rempeyek sungguh sangatlah nikmat disantap di pagi hari. (silahkan baca ulasan selengkapnya tentang pecel tumpang Hj. Sarkiyah di tulisan saya sebelumnya).
Perjalanan diteruskan menuju ke kediri, akhirnya jam setengah sembilan pagi kamipun sampai di kota kediri, agenda di kota kediri dimulai dengan nyekar ke makam Bapak dan para sesepuh keluarga yang tersebar di tiga makam besar, makam Setono Gedong, makam Burengan dan makam Tepus. Hari sudah beranjak siang saat acara nyekar ke makam selesai. Perut sudah mulai terasa lapar, sehingga sayapun memutuskan untuk mampir makan bakso di Depot Manalagi jalan Pattimura kediri. Bakso Manalagi adalah salah satu tempat makan bakso di kediri yang sudah sangat lama berdiri, seingat saya mulai jaman saya belum sekolah tempat ini sudah ada. Bakso di tempat ini memang spesial, dalam satu mangkok bakso campur yang ku pesan ada lengkap mulai dari bakso sapi, bakso ikan, siomay, bakso tahu, pangsit goreng, bakso goreng, bakso tahu goreng. Dan yang paling spesial adalah rasa kuahnya yang memang sangat istimewa, kuah panas dengan rasa gurih yang pas sungguh sangat nikmat disantap, apalagi saat dicampur dengan saus tomat dan sambal buatan sendiri menjadikan rasa kuahnya semakin mantab. (silahkan baca selengkapnya ulasan tentang bakso Manalagi di tulisan saya terdahulu). Habis makan aku pun akhirnya pulang ke rumah, tempat yang selalu menyenangkan untuk beristirahat.
Sore hari bangun dari istirahat siang, di meja makan sudah tersaji pecel tumpang Pasar Pahing. Memang di kediri yang namanya makan pecel tumpang itu tidak mengenal waktu, mulai pagi sampai tengah malam adasaja yang jualan, dan masing-masing punya cita rasa yang khas dan berbeda jadi jam berapapun kita makan pecel tumpang sama nikmatnya. Salah satu penjual pecel tumpang di sore hari yang cukup terkenal ada di Pasar Pahing, di tempat ini sambal tumpangnya yang istimewa, sambal tumpang dibuat dari tempe yang sudah “bosok” dan citarasa tempe bosok kediri memang tiada duanya, perpaduan antara gurih, asin, dan pedas menyatu dalam sambal tumpang yang diguyurkan ke dalam sayurnya. Sangat nikmat di makan di sore hari. Tidak ada acara khusus di sore dan malam hari ini, hanya ngobrol dengan para saudara yang ada di rumah, kebetulan tempat tinggalku ini terdiri dari tiga rumah besar yang berdampingan yang huni oleh ibu, bude dan om ku, jadi tak terasa sampai malam ku habiskan ngobrol dengan mereka. Di depan rumah kalau malam hari ada penjual soto daging yang mangkal, namanya cak Heri, dia asli lamongan namun sudah cukup lama dia merantau dan jualan soto daging di kediri. Memang di Kediri ini ada banyak penjual soto daging yang berasal dari lamongan, baik yang berjualan secara mangkal maupun dengan gerobak dorong keliling. Dan makan soto cak heri adalah salah satu agenda yang tidak pernah kulewatkan saat lagi ada di rumah kediri, cukup memesan dari rumah dan semangkok soto daging panas dengan kerupuk udang pun siap disantap. Rasanya sangatlah enak, dengan isian daging sapi dan aneka jeroan serta sambal dan sayur seledri dan brambang goreng tersaji dalam semangkok kuah panas. Soto ini sangatlah cocok disantap dengan perkedel kentang dan kerupuk udang. Tidak tahu apa memang rasanya yang memang lebih enak dari biasanya atau karena aku sudah cukup lama tidak makan soto ini, menurutku soto cak Heri yang kusantap malam ini sangatlah nikmat, dan alhasil akupun nambah satu mangkok lagi…hehehe…
Acara ngobrol dengan saudara-saudara di rumah masih berlanjut sampai malam hari, maklum sudah hampir sepuluh bulan aku tidak mudik ke kediri, tepatnya aku terakhir pulang ke kediri saat lebaran tahun lalu, dan baru sekarang menjelang puasa aku pulang ke kediri lagi. Hari sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam saat terdengan ada suara dug dug dari penjual mie langganan adikku yang lewat, dan akhirnya kamipun memesan mie goreng pada penjual langganan adikku ini, mie goreng yang tersaji ternyata adalah mie goreng gagrak chinesse bukan mie jawa, namun rasanya boleh diacungi jempol, uenak tenan. Mie telor dimasak dengan bumbu khas dengan isian suwiran ayam, sayur dan telur sungguh sangat nikmat buat disantap di suasana malam hari yang lumayan dingin di kediri. Habis makan kitapun kemudian istirahat karena besok pagi aku akan balik ke surabaya.
Hari masih pagi saat aku mendengar suara sepeda motor adikku memasuki halaman rumah, rupanya dia sudah dari habis subuh tadi keluar rumah, saat kutanya dari mana, dia mengatakan kalau habis beli pecel tumpang di pasar Bandar, penjual pecel di tempat ini bukanya jam 5.00 pagi dan biasanya setengah tujuh pagi sudah habis, makanya harus pagi-pagi sudah berangkat beli. Pecel tumpang di pasar Bandar yang khas sambel tumpangnya yang rasanya sangatlah puedas, asyik bagi yang suka pedas.
Tampilan tumpangnya tidak terlalu berbeda dari tumpang yang biasa ku makan, namun pedesnya itu yang membedakan puedes tenan, untung nya adikku juga beli jenang kolak jadi lumayan bisa menghilangkan rasa pedes sambel tumpangnya. Lama juga aku tidak menikmati Jenang kolak khas kediri, jenang putih dengan pisang dan singkong menjadi isian dari kuah kolak dengan citarasa tidak terlalu manis membuat jenang kolak ini menjadi istimewa. Ada satu lagi yang juga khas dan biasanya hanya penjual pecel tumpang di kediri saja yang jual, yaitu perkedel singkong, perkedel ini dibuat dari singkong dengan bumbu yang spesial dan pedas membuat singkong ini sangatlah nikmat disantap sebagai tambahan lauk saat makan pecel tumpang.
Sehabis sarapan pagi ini akhirnya tepat pukul 08.00 pagi aku berdua dengan istripun berangkat menuju surabaya melalui kota Pare, pagi ini aku berencana mampir ke tempat bude ku yang ada di kota pare, beberapa minggu yang lalu ada satu budeku yang wafat dan aku belum sempat berkunjung ke sana. Empat puluh lima menit kemudian sayapun sampai di rumah Bude, dan kemudian ngobrol sampai jam 10 an, untuk kemudian meneruskan perjalanan ke surabaya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang saat kami sampai di kota mojokerto, dan karena sudah waktunya makan siang maka saya memutukan untuk mampir di Depot Anda Mojokerto. tempat ini sudah sangat legendaris, terkenal dengan Rawonnya yang memiliki cita rasa yang memang benar-benar istimewa. Sekarang depot Anda sudah direnovasi menjadi sebuah tempat makan yang lumayan luas dan ditata dengan baik, menu makanannya pun semakin beragam, namun rasanya masih tetap luar biasa wuenak polll… Siang itu sayapun memesan semangkok Rawon Iga sedangkan istriku memesan semangkok gule. Tidak perlu menunggu terlalu lama makanan yang kita pesanpun sudah tersaji di meja. Saat mulai mencoba memakannya, daging buntut yang tersaji sungguh lembut dan empuk, jadi sangat mudah untuk disantap, rasanya gurih, mantab dan memang istimewa. Gule kambing yang kupesanpun juga tidak kalah istimewa, semangkok penuh gule dengan isian berane ragam daging an jeroan tersaji dengan kuah gule panas sungguh sangatlah nikmat,kenikmatan rasanya jangan ditanya asli wuenak tenan…apalagi ditemani dengan segelas es jeruk manis sungguh sangatlah menyegarkan. Kalau anda kebetulan lagi melintasi kota Mojokerto tempat ini wajib anda coba… recommended (bedug)
Tepat pukul 5 sore acara pelatihan CHRMP di hotel D Batu Boutique bandung hari pertama selesai,hari ini aku berempat dengan 3 rekan setelah seharian mengikuti seluruh agenda hari pertama, kamipun kembali ke hotel Amaris tempat kami
menginap. Setelah istirahat sejenak, pukul 7 malam kamipun keluar jalan untuk mencari tempat makan malam, pilihanku malam ini adalah ke Ciwalk, tempat hangout yang kebetulan tempatnya tidaklah terlalu jauh dari hotel. Ciwalk adalah tempat nongkrong yang ditata dengan arsitektur yang sungguh sangat menarik, memang kalau soal arsitek dan penataan tempat nongrong Bandung tiada duanya.
Setelah berjalan sekitar sepuluh menit dari hotel sampailah kami di Ciwalk, sungguh sebuah tempat nongrong yang memang ditata dengan sangat baik sekali, membuat orang yang berkunjung pasti betah di tempat ini, apalagi ditunjang dengan tempat makan yang cukup beragam, mulai dari tradisional sampai yang ala barat dan jepang. Ada satu tempat makan disini yang istimewa, namanya resto Pasar Tong Tong, ingat nama ini jadi ingat pasar malam indonesia yang digelar di negeri belanda, memang tempat ini ditata selayaknya tempat makan tempoe
doeloe dengan menu yang juga khas jaman dulu, ada bermacam menu yang tersedia, mulai dari ketoprak, nasi liwet, nasi ranjau, soto mie, bakso solo, ayam penyet, bebek penyet dan ikan bakar. Dan yang lebih istimewa adalah minumannya, aneka
minuman khas sunda seperti bajigur, bandrek, sekoteng serta tidak ketinggalan surabi bandung aneka rasa lengkap tersedia disini, dan yang surprais adalah ada es goyang tempoe dulu dengan 12 macam rasa. Es goyang adalah es lilin selayaknya yang jaman dulu sering kita makan, namun ini sudah dimodifikasi sehingga ada 12 macam rasa yang dapat dipilih, mulai dari coklat, capucino, durian, stroberi, dan masih banyak lagi.
Ada beberapa pengunjung yang sudah nongrong disini, saat kami berempat memasuki resto ini, setelah mengambil tempat duduk pelayanpun menanyakan pesanan kami. Malam ini kita memesan ketoprak, nasi ranjau, dan soto mie, sedang untuk minumnya kita memesan bajigur dan bandrek serta aku sendiri memesan es kopi tanpa gula, tidak lupa kita juga memesan surabi coklat keju dan surabi oncom sebagai makanan penutup.
Tidak terlalu lama pesanan kita sudah terhidang di meja, soto mie yang kupesan tersaji dalam satu mangkok besar dengan isian mie kuning dan bihun, irisan daging,tomat dan emping disiram dengan kuah berwarna kuning kemerahan, sungguh sangat menggugah selera. Saat kucoba mencicipinya rasanya dahsyat, wuenak poll, berbeda dengan kebanyakan soto mie yang selama ini pernah ku makan, biasanya di bogor soto mie disajikan dengan kuah kuning dan rasa yang tipis kurang mantab, tapi soto mie di sini sungguh sangat mantap.
Ketoprak yang dipesan dua rekan ku tersaji dalam satu piring besar dengan isian sayur, kentang dan tahu dengan citarasa yang lumayan pedas. Yang istimewa adalah nasi ranjaunya, menu ini sebenarnya mirip dengan nasi bakar khas bandung tapi dengan citarasa yang sangat puedas poll. Nasi ranjau ini disajikan dengan dibungkus daun mirip nasi timbel tapi kemudian dibakar, dan rasanya memang sungguh nikmat lidah bisa terasa seperti terbakar, bandrek dan bajigur tidak bisa menghilangkan rasa pedas di lidah, untungnya aku sempat melihat es goyang di dalam kotak es yang rasanya akan bisa buat
menghilangkan rasa pedas nasi ranjau. Es goyang adalah es lilin seperti yang jaman dulu waktu kita masih kanak-kanak sering kita beli, namun disini sudah dimodifikasi jadi ada 12 pilihan rasa yang bisa dipilih, rasanya sungguh sangat menyegarkan, jadi ingat waktu masih kecil dulu (tepatnya waktu usiaku masih sedikit, karena seingatku aku tidak pernah kecil..hehehe) suka beli waktu ada penjual keliling yang lewat.
Surabi coklat keju dan surabi rasa oncom menjadi menu penutup makan malam kita hari ini, surabi bandung berbeda dengan surabi solo, disajikan dalam bentuk kecil dengan warna putih dan hijau. Surabi ini sangatlah nikmat dimakan sewaktu masih hangat, manis gurihnya terasa pas dilidah. Puas makan malam kita pun kembali ke hotel amaris untuk istirahat karena hari sudah cukup larut malam, dan besok kita harus kembali mengikuti pelatihan hari kedua (bedug@4m4r15htlbdg)

Habis meng upload cerita Batagor Kingsley kemarin sore, ada si Budhi teman lama waktu dulu sama-sama kuliah di UNS Solo datang nyamperin ke hotel, dia baru awal bulan kemarin pindah dinas ke kota bandung setelah sebelumnya lama di Lampung
dan Jakarta, jadinya sore kemarin berdua dengan si Budhi saya reuni an, dia ngajak saya ke tempat nongrong yang lagi top di bandung, Paris Van Java di daeraah sukajadi, sebuah tempat nongrong yang ditata dengan sangat menarik, sehingga menjadi tempat hangout bagi orang-orang Bandung dan di akhir pekan menjadi tempat nongrong orang-orang Jakarta yang ber week-end di Bandung.
Sore baru beranjak malam saat kami sampai di Paris Van Java, namun tempat parkir sudah penuh sesak dengan mobil, cukup lama juga kami harus memutar di tempat paarkir, sebelum akhirnya mendapat tempat. Setelah memarkir kendaraan, si Budhi mengajak masuk ke sebuah resto
namanya BMC, agak surprais juga saat masuk ke dalamnya, karena suasana sangatlah tempoe doeloe sekali, serasa nuansa bandung di tahun 50 an. Ternyat BMC itu adalah singkatan Bandungsche Melk Centrale, salah satu produsen Yoghurt yang sudah terkenal sejak jaman Belanda. BMC di paris Van Java ini adalah salah satu cabang resto BMC yang berpusat di jalan Aceh Bandung.
Setelah mendapat tempat duduk,kita kemudian memesan makanan, ada beraneka menu spesial khas tempoe doeloe yang konon rasanya sudah tidak diragukan lagi, aku akhirnya memesan sop buntut bakar dengan minuman milkshake coklat, sementara si budhi memesan Tongseng dengan
minuman Yoghurt strobery, serta tidak ketinggalan Batagor satu porsi juga kita pesan sebagai makanan penutup. Setelah menunggu beberapa saat pesananpun disajikan, sepiring buntut bakar panas dengan ditemani semangkuk sop serta semangkuk tongseng terhidang di meja. Memang dilihat dari tampilannya saja sudah sangatlah menggugah selera untuk segera dinikmati, saat sepotong daging buntut mulai kurasakan, dan memang rasanya sangatlah maknyuss sekali, daging buntutnya dibakar dengan bumbu yang sangat pas terasa sangatlah nikmat dilidah, apalagi saat kucampurkan dengan kuah sopnya, perpaduan rasa antara buntut bakar dengan kuah sop sungguh sangatlah luar biasa, wuenak tenan. Sop panas dengan isian yang simple hanya kentang dan wortel di campur dengan daging buntut yang dibakar sungguh sebuah perpaduan yang sempurna. Tongseng yang disajikan pun juga istimewa, saat kutanyakan pada si Budhi bagaimana rasa tongseng yang dia nikmati, komentarnya singkat mantap seperti layaknya tongseng khas Bandung, menurutnya tongseng di Bandung rasanya lebih mendekati perpaduan antara rawon dan gulai.
Puas menikmati makanan, minuman yang tersaji pun juga spesial, coklat milk shake dengan toping ice cream coklat tersaji dengan tingkat kemanisan yang pas, sungguh sangatlah menyegarkan. Yoghurt Stroberi yang di pesan si Budhipun juga istimewa, dan memang salah satu keunggulan resto ini adalah yoghurtnya, rasa yoghurt yang asam berpadu dengan rasa stroberi yang segar sungguh membuat yoghurt yang tersaji menjadi istimewa. Puas bersantap kami lanjutkan dengan ngobrol sambil menikmati Batagor yang sudah kami pesan.
Batagor di tempat ini mempunyai rasa yang khas, berbeda dengan batagor di tempat lain di bandung, bakso tahunya lebih terasa dagingnya, walaupun tahunya sedikit lebih keras dibandingkan dengan batagor di tempat lain, tapi hal ini tidak mengurangi kenikmatan dari batagor BMC ini. Sebuah tempat berwisata kuliner yang wajib anda kunjungi kalau lagi ada di bandung, recommended (bedug@4m4r15htlbdg)