PECEL MBAH DARMO DEPAN PGA - BANJARAN GANG I KEDIRI
PANGANAN KEDIRI, mBlakrak No Comments »
Memasuki paruh kedua bulan puasa, rutinitas sudah kembali normal, malahan mulai hari senin aktivitas perkuliahan di kampus sudah mulai berjalan seperti sebelumnya. Hari ini aku masih berkutat menyiapkan materi bagi mahasiswa baru yang akan mulai kuliah. Tak terasa sudah menjelang tangah hari, dinginnya AC di ruangan alhamdullilah membuat ku tidak terasa lapar dan haus. Memang di bulan puasa ini ngendon di ruangan jauh lebih nikmat dari pada kluyuran di jalanan. Ditengah-tengah menyelesaikan rutinitas, aku tiba-tiba teringat kota Kediri yang sudah cukup lama tidak kukunjungi, memang semenjak awal bulan agustus kemarin aku belum mudik lagi ke kediri, karena kebetulan ibu dan adik-adikku lagi pada ada di rumah. Ngomongin kediri aku jadi ingat agenda rutinku kalau lagi mudik ke kediri, yaitu selalu menyempatkan diri untuk menikmati beraneka ragam kuliner khas kediri. Salah satu yang tidak pernah terlewatkan adalah Pecel Tumpang Kediri. Di Kediri ada banyak penjual pecel tumpang yang enak, salah satunya adalah warung sego pecel Mbah Darmo, aku biasa menyebutnya Pecel PGA, karena letaknya di depan sekolah PGA/MAN kediri. Warung sego pecel mbah Darmo sudah berdiri sejak dulu kala. Dulu mbah Darmo sendiri yang melayani para pembelinya tetapi seiring bertambah usia, anak cucunya yang meneruskan. Warung sego pecel mbah Darmo ini sudah buka sejak pagi hingga siang hari.
Sebenarnya warung sego pecel Mbah Darmo tak begitu luas. Hanya sebuah warung kecil dengan beberapa meja dan kursi. Seiring bertambahnya jumlah pembeli, mereka pergunakan halaman dan teras untuk tempat makan para pembeli. Jadi tampak lebih lapang. Walaupun begitu kita mesti siap-siap berebut kursi kalau warung sedang ramai.
Menu makanan yang dijual di warung sego pecel mbah Darmo sebenarnya sama dengan warung nasi pecel yang lain. Dalam seporsi nasi pecel mbah Darmo biasanya berisi nasi, sayuran, sambal pecel dan rempeyek. Nasinya pulen dan tidak keras. Mereka menyediakan sayuran kacang panjang, taoge, daun kenikir dan sebagainya. Tak lupa lalap daun kemangi, lamtoro dan rajangan mentimun. Yang paling istimewa dari sego pecel mbah Darmo ini memang sambal pecelnya. Sambal pecel bikinin warung ini sangat pedas, tak terlalu manis atau asin. Jadi suedep banget. Makanya buat yang taksuka sambal pedas kurang sesuai makan sego pecel mbah Darmo. Tapi buat penggemar makanan pedas, wajib mencobanya. Karena enak banget. Terus terang dibandingkan sambal tumpangnya lebih enak sambal pecelnya.
Selain itu kelebihan dari sego pecel di tempat ini menggunakan rempeyek yang enak. Rempeyeknya bisa pilih kacang atau teri. Meski agak keras tapi nikmat banget. Bila kita membawa pulang nasi pecel ini, penjualnya membungkus nasi pecel ini dalam daun pisang. Model bungkusnya beda antara untuk nasi pecel dan nasi tumpang. Unik saja menurutku.
Bila kita mau, selain rempeyek kita bisa menambah lauk tahu goreng panas…pasti mantab. Trasi dele dan mendolnya juga sangat lezat. tak hanya itu saja kita bisa pilih aneka sate, jajanan dan minuman. pokok e puas dach, apalagi harganya tidak terlalu mahal. jadi kurang apalagi harga murah rasa mantab….wow jadi kangen pengin pulang ke kediri (mas rachmira)
Di siang hari dengan cuaca cukup panas seperti ini paling enak memang ngadem diruang ber- AC, seperti yang saat ini kulakukan, setelah sebelumnya ada acara dengan mahasiswa baru di ruang auditorium kampus. Walaupun puasa sudah berjalan lebih dari dua minggu, masih saja kalau siang ya terasa haus juga, mangkanya ngadem di ruang ber-AC memang satu cara untuk mengurangi rasa haus yang mendera. tentunya hal ini lebih baik dari pada harus batal puasa karena kehausan. Sambil ngadem paling enak membayangkan minum apa ya enaknya nanti pas buka puasa, rasanya es kacang ijo, kolak pisang, kolak ketela sudah berhari-hari ini menemani acara buka puasa. mikirin hal ini aku jadi ingat kalau lagi pas pulang kediri di bulan puasa ada satu tempat minum es yang menjadi favourit banyak orang di kediri untuk berbuka puasa, Es Mbok Bo namanya.
Di Kediri selain bakso Barokah yang pernah kutulis minggu kemarin masih banyak lagi warung bakso yang bisa dinikmati, salah satunya adalah Warung bakso pak Sari, warung bakso ini memang lumayan ngetop di kediri. Warung bakso ini sudah ada sejak jaman bahuela. Dulu letaknya di timur SMA 1 kediri depan taman sekartaji. Kalau sekarang lokasinya sudah pindah, masih tetap di jalan veteran juga tapi di depan SMA 1. Sejak aku masih SMP bakso ini sudah terkenal, walaupun sebetulnya bakso buatan kakaknya pak Sari yaitu pak Slamet yang mangkal di depan SMP 2 Kediri rasanya menurutku jauh lebih enak. Namun pak Slamet sekarang sudah tidak jualan lagi, aku kurang tahu apakah pak Slamet masih hidup atau malah sudah meninggal seperti pak Sari yang juga sudah meninggal.
Jaman SMA aku sudah ngefan baksonya pak Sari.
Dulu penjualnya pak Sari sendiri bersama istrinya tetapi sekarang pak Sari sudah tiada sehingga istri dan anaknya yang meneruskan usaha baksonya.Tetapi jangan khawatir soal rasa masih tetap seenak yang dulu, pokoknya beda banget dengan bakso-bakso lainnya di kediri deh.
Kuahnya itu rasanya enak banget, apalagi jika diberi tambahan jeruk nipis. Baksonya kecil-kecil, tapi tetap lezat rasanya. Salah satu menu andalan warung bakso pak sari lainnya adalah gorengan bakso. Jangan bayangin kayak gorengan bakso biasa. Beda banget. Sepertinya bahan dasarnya ada campuran sayur-sayuran dan daging. Murah dan enak.Aku paling suka gorengannya ini.Seringnya aku makan gorengan bakso ini dengan kuah saja, sip nikmat.Gorengan ini enak juga dibawa pulang buat camilan di rumah.Pokoe rasanya ngangeni deh. (mas rachmira)
Bulan puasa tak terasa sudah berjalan satu minggu, dan rutinitaspun berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan yang berarti. Perubahan yang terjadi hanya satu, tidak ada lagi jadwal makan siang seperti yang biasanya ku lakukan bersama rekan-rekan. Siang inipun aku masih ngantor di kampus kebetulan ada jadwal presentasi penelitian dengan rekan-rekan P3M. Biasanya kalau pas siang begini menu makan siang yang paling sering kita makan adalah soto, baik soto daging maupun soto ayam. Di Surabaya soto ayam yang ada kebanyakan versi lamongan, sedangkan soto dagingnya kebanyakan versi madura seperti soto gubeng, soto tapak siring dan masih banyak yang lain. Satu versi soto daging yang sedikit berbeda dengan soto daging di surabaya adalah versi jogya. Ada satu tempat makan soto daging jogya yang sangat khas, namanya Soto Pak Marto. Lokasinya di jalan S. Parman Jogya atau dekat Tamansari. Warung soto pak Marto ini sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Makanya sudah banyak pelanggannya, banyak orang yang sarapan disana. Warung soto pak Marto ini sudah membuka warungnya sejak pukul setengah 6 pagi dan tutup sekitar pukul 4 sore. Menu utama warung ini jelas nasi soto daging. Porsinya tak terlalu besar. Dalam satu mangkuk sotonya selain nasi, berisi beberapa potong daging sapi, serta irisan kul dan taoge. Kuahnya berwarna bening. Rasa kuahnya sedap. Jika Anda suka makan asin dan manis, tinggal tambahkan garam dan kecap. Bila suka sambel, silakan beri sambel yang banyak.
Selain soto, mereka juga menyediakan berbagai lauk seperti tempe goreng dan perkedel. Juga tersedia beragam daging antara lain iso, babat, empal, otak dan sebagainya. Babat tersebut dimasak seperti bacam baru digoreng. Jadi rasanya manis. Dimakan bareng soto mantap deh. Silakan mencobanya jika ke Jogya. Selain di Jl. S. Parman, Soto Pak Marto sudah membuka cabang di beberapa tempat seperti di depan JEC, dekat Kridosono, dekat Jombor dan sebagainya. (mas rachmira)
Agenda rutin yang selalu kulakukan menjelang bulan puasa adalah “nyekar” ke makam Bapak dan poro pinisepuh di kediri dan hari sabtu kemarin kembali aku bertiga dengan istri dan ibu mudik nyekar ke kediri. Hari belum terlalu siang saat kami memasuki kota kediri, setelah istirahat sejenak di rumah siang itu agendaku adalah nyekar dimakan Burengan dan Setono gedong. Sehabis menyelesaikan agenda utama untuk nyekar, siang itu aku menyempatkan diri untuk mampir ke warung Bakso barokah 313 yang sudah cukup lama tidak kukunjungi di Kediri. Bakso Barokah ini sudah populer sejak jaman aku sekolah. Dulu warung pertamanya berada tepat di utara SD Burengan kompleks (1,3) tapi kini pindah ke depan SD Burengan 2 meski masih sama-sama berada di jalan Letjen Suprapto Kediri juga. Bila dulu warungnya kecil kini warungnya sangat besar dan bisa menampung sekitar 100 orang. Herannya tak pernah sepi pengunjung apalagi pas hari libur. Saat aku masuk ke warung Bakso Barokah ini sempat kebingungan cari tempat duduk karena cukup ramai sekali. Untungnya kami langsung dapat meja dan tempat duduk di pojok belakang. Aku sempat bertanya-tanya bagaimana cara memesan ternyata tak berselang lama sudah hadir salah satu pelayanan dengan seragam kaos hijau muda membawa nampan dengan beberapa mangkuk bakso. Jadi mereka sudah langsung menyuguhkan baksonya berapa mangkuk yang kita mau. Kami pun meminta dua mangkuk bakso. Tak berselanglama datang pelayan berseragam juga dengan membawa berbagai jenis minuman, ada es degan, es dawet, es teh dan es jeruk. Kami pun meminta es degan sebagai teman makan bakso. Sesudah makanan siap kami pun langsung memakannya. Dalam semangkuk bakso ini mereka menyajikan 5 pentol bakso berukuran cukup besar. Baksonya berwarna coklat keputihan. Tekstur baksonya halus, tak berserat. Kenyal. Jadi kita bisa menyantapnya dengan nikmat. Apalagi rasanya uenak, tak terlalu asin. Sedangkan kuahnya juga tak terlalu banyak. Isi kuahnya ada mihun dan rajangan seledri dan bawang goreng. Rasa kuahnya tidak terlalu asin juga. Perpaduan bakso dan kuah ini benar-benar mantap deh. Apalagi jika dimakan dengan sambal tambah top banget. Sayangnya aku tidak melihat gorengan bakso. Jika ada tentu lebih asyik lagi. Untuk menghilangkan rasa pedas aku langsung meminum es degan yang sudah kupesan. Slurp, segar dan tak terlalu manis. Puas deh. Untuk Seporsi bakso dan segelas es degan kita hanya bayar 10 ribu perak. Mengenyangkan dan pastinya Murah. (mas rachmira)




Bicara mengenai soto, sudah tentu soto termasuk salah satu menu favoritku. Bisa dimaklumi sedari kukecil soto menjadi menuku sehari-hari. Kebetulan nenekku punya depot soto yang lumayan laris di jalan doho kediri dan sudah berdiri sejak jaman perang, di kenal dengan nama Soto PODJOK atau orang-orang jaman dulu lebih mengenalnya dengan nama SOTO MOEL.
Saat aku masih anak-anak setiap hari aku mesti makan soto ceker. Soto ceker buatan nenekku uenak tenan, cekernya benar-benar empuk dan bumbunya meresap banget. Soto ceker seperti ini sulit bisa didapat lagi. Sejak nenekku tiada, om dan tanteku (salah satu adik ibu) yang meneruskan usahanya, tapi jangan tanya soto ceker lagi sebab mereka sudah tidak menjual yang seperti itu, kalau soto ayamnya masih tetap ada dan jadi salah satu tempat wisata kuliner di kediri. Di kediri yang namanya penjual soto memang banyak, mereka punya ciri khas sendiri sendiri.
Jika di depot soto ayam PODJOK menyajikan yang khas dan beda, dimana kuahnya agak kental, dengan potongan ayam suwir. Jika mau bisa ditambah bagian ayam yang dinginkan semacam rempelo ati atau uritan. Selain itu yang lain daripada yang lain adalah bisa dimakan bareng tahu goreng. Tahu goreng di tempat ini beda sebab guede banget dan enak, jadi orang sering ketagihan makan tahu panas di tempat ini, pokoknya tidak boleh dilewatkan mampir ke Soto PODJOK dech, dijamin ciamik soro…(rachmira)
es mbok Boo merupakan salah satu ikon kuliner minuman ngetop di kediri. 