MBLAKRAK BARENG ROMBONGAN ISEI SURABAYA - JAKARTA BANDUNG VIA PUNCAK : MANGAN ENAK NANG KAMPUNG DAUN CIHIDEUNG BANDUNG

PANGANAN BANDUNG, mBlakrak No Comments »

gm_logo3bdg1Hari selasa kemarin aku bersama beberapa pengurus ISEI Surabaya memulai perjalanan tiga hariku mengurusi rombongan ISEI Surabaya yang lagi pada mau mengikuti Sidang Pleno di Bandung. Dengan penerbangan Citilink yang pertama rombongan 23 orang dari para anggota dan pengurus ISEI Surabaya menuju Jakarta, pukul 07.25 rombongan sudah mendarat di terminal 1C Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan sudah di jemput oleh bis Bigbird yang sudah kami pesan sebelumnya.

Perjalanan pertama dimulai dengan sarapan pagi di bakmi GM di terminal 3 dan diteruskan dengan perjalanan menuju Bogor. askiObyek wisata yang pertama kita kunjungi adalah SKI Bogor pusat penjualan tas dan sepatu Tajur. Sekitar satu jam kita istirahat disini sambil berbelanja dan minum di kedai yang ada di sini. Perjalanan dilanjutkan menuju puncak untuk makan siang di rumah makan Rindu Alam Puncak.

arindualam2Acara makan siang di daerah dingin di Puncak yang pemandangannya sangatlah indah sungguh merupakan sebuah kenikmatan tersendiri, berbagai macam lauk yang terhidang dengan lahapnya di habiskan oleh teman-teman satu rombongan, mulai dari ikan gurame goreng, sambal lalap, ayam, bakmi goreng, cap cay, sate kambing, sate ayam lengkap tersaji dengan cita rasa yang sungguh luar biasa, apalagi sop buntutnya sungguhlah sangat istimewa.

atopazPerjalanan dilanjutkan ke bandung via cianjur terus masuk ke tol padalarang, pukul lima kurang seperempat sampailah kita di hotel Topaz Galeria tempat kita bermalam selama di bandung. Malamnya kita mengikuti acara pembukaan sidang pleno ISEI oleh wapres pak Budiono di Savoy Homman hotel, makan malam ala hotel tersedia di sini. Dan seperti layaknya makan di hotel menunya tidak ada yang istimewa, sama seperti layaknya di hotel-hotel lainnya. Pukul sepuluh malam acara selesai dan kita kembali ke hotel untuk istirahatasovoy.

Agenda hari kedua dimulai dengan sarapan pagi di hotel dan kemudian berangkat kembali ke Savoy Homman hotel untuk mengikuti acara sidang pleno yang di hari kedua ini cukup banyak menteri yang hadir. Anggota rombongan mengikuti acara sidang, sementara panitia menyiapkan stand pameran ISEI Jatim. Acara hari ini berjalan sampai sore hari menjelang magrib baru selesai. Rombongan kemudian dengan bus melanjutkan perjalanan untuk makan malam. Malam ini ketua ISEI Surabaya mengundang semua anggota rombongan untuk makan malam di Kampung Daun Resto, sebuah tempat makan yang terletak di pinggir kota Bandung.

akampungdaun3Kampung Daun berada di sebuah lembah kecil, kawasan obyek wisata Cihideung, di belahan Utara Kota Bandung. Lokasinya yang terletak 4,7 km dari mulut Jalan Sersan Bajuri, berada di dekat pertigaan Terminal Ledeng. Arah jalan menuju Lembang

.

bgd2Kampung daun berawal dari sebuah villa yang bernama Villa Triniti dibangun di tempat ini pada tahun 1997, yang kemudian menjelma menjadi picnic area, dimana orang-orang bebas datang sembari membawa tikar dan makanan. Tempat yang alami, indah dan jauh dari hiruk pikuk kota .Nama Kampung Daun sendiri diambil karena di tempat ini dahulu dipenuhi daun-daun labu siam . Filosofi labu siam adalah semakin rimbun semakin merunduk. Jadi, Kampung Daun merupakan perkampungan yang low profile serta penuh kebersahajaan. Daun labu siam-pun dijadikan sebagai lambang Kampung Daun. akampungdaun1Mulanya pada tahun 1999 dibangun empat buah saung dengan surabi dan poffertjes sebagai makanan yang disajikan. Seiring dengan berjalannya waktu, saung demi saung dibangun. Kini Kampung Daun memiliki 29 saung kecil, 4 saung dengan kapasitas 30-50 orang, Bumi Cai (rumah diatas air), RB (rumah besar), Curug 2AB (curug A dan curug B, dimana view-nya langsung ke arah air terjun), Balai Ageung (berupa pendopo yang berada paling atas) dengan kapasitas 200-300 orang. Balai Ageung ini punya cerita tersendiri. Joglo Bale Ageung didapat dari Solo, diperkirakan telah berumur 300 tahun. akampungdaun2Ada 4 soko guru (tiang utama) dan disetiap tiangnya terdapat koin VOC abad 17. Anda bisa memilih tempat makan sesuai selera. akampungdaun6Bisa memilih gubuk dengan kursi-kursi kayu atau lesehan. Atau menyandarkan tubuh dengan diganjal bantal guling,  seraya menikmati udara segar di wilayah seluas 1 hektar ini. Jika ingin menikmati uniknya tebing batu yang alami, merasakan segarnya air terjun dan gemericik air, Anda bisa berjalan agak kedalam. Disitu, Anda akan menemui cadas gantung yakni tebing batu yang menjulang.

bdg3akampungdaun7suasana romantis terasa saat rombongan memasuki kawasan resto ini, karena hari sudah mulai beranjak malam. Sepanjang jalan masuk menuju Kampung Daun, Anda akan disambut lampion berwarna-warni dengan beragam bentuk. Obor yang menyala sepanjang kiri kanan jalan membuat pepohonan tampak sebagai siluet yang menari mengikuti angin. Malam ini rombongan memesan tempat di Bumi Cai (rumah diatas air), sebuah tempat di kampung daun yang sungguh memberikan sensasi tersendiri karena viewnya adalah air terjun dengan suara gemericik yang tiada habisnya.

akampungdaun8Kampung Daun tidak men-service secara elegan tapi casual. Pramusaji akan melayani Anda dengan bersahaja, sopan dan keramahan sehingga Anda akan merasakan suasana kekeluargaan di kampung sendiri. akampungdaun9Bukan hanya rasa yang menjadi perhatian, food decoration juga menjadi perhatian utama. Berbagai pernik seperti piring dari anyaman bambu dan buah sebagai wadah nasi, seluruh bahan penyaji berkesan natural.

bdg4Menu yang dihidangkan kampung Daun lebih banyak menu tradisional. Malam itu sebagai hidangan pembuka disajikan minuman Bandrek jagung yang disajikan dalam cangkir batok kelapa sungguh dapat menghangatkan badan di dinginnya suasana malam. Makanan utama disajikan tidak lama kemudian. Nasi bakar, sop iga, sop gurame, gurame bakar, gurame goreng, ayam goreng. Makan malam dengan diiringi suara gemericik air terjun, sungguh suatu sensasi rasa yang luar biasa.

Selain menu tradisional atau disini dikenal dengan sebutan indonesian Favourites, disini juga menyediakan menu ala barat seperti Steaks, Pasta, dan juga Pizza. Selain itu disini juga bisa dipesan batagor, baso tahu, karedok, mie tek-tek, dan mie kocok.

akampungdaun10Makanan ringan sebagai pembuka juga tersaji berane macam mulai dari tempe mendoan, pisang goreng, surabi aneka rasa, tahu goreng, bakwan jagung, bala-bala, gehu/tahu isi, dan tidak ketinggalan colenak. Untuk dessertnya tersedia es Goyobod, Home Made Ice Cream, Banana Split, Es Cream Goreng, Es Campur dan Blackberry Pancake.

bdg5Jangan lupa menikmati makanan favorit seperti nasi timbel khas kampung daun. Penampilan menu ini sedikit beda. Nasi dibentuk kerucut dan diracik dengan bumbu yang khas. Atau nasi goreng yang disajikan dalam tapir dengan nasi ditengah dalam batok kelapa yang dikelilingi lauk-pauknya.

akampungdaun11Acara makan malam di kampung daun ini mengakhiri acara rombongan ISEI hari itu, besok paginya acara bebas cari oleh-oleh dan siangnya setelah makan siang di Hotel Savoy Homman kita balik ke Surabaya via Jakarta. (bedug)

SAUNG PENGKOLAN DI LEMBANG BANDUNG

PANGANAN BANDUNG, mBlakrak 1 Comment »

saungpengkolan3

Cukup lama juga aku tidak ke bandung, rencananya nanti hari selasa aku bersama seorang rekan dapat tugas untuk mengelola rombongan ISEI Surabaya yang akan mengikuti sidang pleno di bandung. Berarti ini ada kesempatan untuk jalan-jalan dan makan-makan di kota Paris van Java. Jalan-jalan ke Bandung sepertinya tidak lengkap bila tidak sampai mengunjungi kawasan Lembang. Lembang memang sudah seperti daerah Puncak. Di tempat yang memiliki hawa sejuk ini cukup banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Bila Anda sedang berkendara dari Bandung menuju Lembang atau sebaliknya dan merasa lapar maka Anda bisa mampir sekali tempo ke Saung Pengkolan. Saung Pengkolan merupakan salah satu rumah makan khas Sunda yang berada di jalan Raya Lembang Km 12,3 Bandung. Sesuai namanya memang lokasinya berada di pengkolan atau belokan. Saung Pengkolan ini sudah berdiri sejak tahun 1978 makanya sudah terkenal dan banyak penggemarnya. Beberapa waktu yang lalu aku sempat diajak relasi mampir makan malam di Saung Pengkolan ini dalam perjalan pulang dari Ciater menuju Bandung. Karena malam Minggu jadi cukup banyak pengunjung yang makan disini. Tamunya boleh memilih duduk di kursi atau lesehan saat makan. Suasana sekitarnya lumayan sejuk. Meski rumah makannnya dalam ruangan tetapi disetting sedemikian rupa terkesan alami. Bangunannya memang terbuat dari bambu. Ada kolam ikan koi yang menyenangkan untuk dilihat. Lalu juga ada sepeda onthel kuno yang asyik dipakai unuk berpoto dan masih banyak lagi. Harga makanan yang ditawarkan mauk akal dari yang murah hingga mahal ada. Menunya juga makanan khas Bandung mulai bermacam jenis ikan bakar/goreng, gepuk, pepes ikan, pepes peda, soto Bandung hingga sayur asem. Kami sengaja memesan pepes ikan mas, pepes peda, gepuk daging, babat goreng, sambal cabe hijau, sate kelinci, ayam bakar dan karedok. Rasanya uenak semua. Umumnya masakannya tidak terlalu asin. Sambalnya juga pedas. Jadi mantap. Karedoknya yang terdiri dari berbagai sayuran mentah yang diguyur bumbu kacang uleg enak banget. Sate kelincinya empuk dimakan dengan bumbu kacang dan kecap terasa nendang dilidah. Hanya pepes ikan masnya yang menurutku kurang cocok denganku. Semua itu tetap kembali pada selera masing-masing. Tak ada salahnya jika sekali-sekali Anda mencobanya (mas rachmira)saungpengkolan1

saungpengkolan2

saungpengkolan4

ABUBA STEAK : TEMPAT LAIN BUAT MAKAN STEAK ENAK DI CIPETE RAYA JAKARTA

PANGANAN BANDUNG, PANGANAN JAKARTA, mBlakrak No Comments »

abuba3

Selain di Platinum Resto ada satu lagi tempat makan steak yang nge-top dan ramai dikunjungi di Jakarta, Abuba Steak namanya.  Outlet pertamanya adalah yang terletak di Jalan Cipete Raya, kemudian disusul dengan outlet-outlet berikutnya di daerah Kelapa Gading, Pluit Indah Raya dan Wahid Hasyim Jakarta dan di Bandung di Jalan Prabudi Muntur No 12 (Dago Area), Bandung.

abuba5abuba8Beberapa waktu yang lalu saya sempat mampir ke tempat ini, kebetulan si Pram (aku biasa panggil dia Brur) teman lamaku ngajak ketemuan mumpung dia lagi mudik ke Jakarta dan aku juga lagi ada di Jakarta. Sehari hari si Brur ini kerjanya di Qatar Petrolium. Malam itu saya bersama dua teman dari surabaya yang kebetulan juga lagi ada di Jakarta bersama si Brur ketemuan di Citos, dan dari sana kami berempat berangkat ke Abuba yang tempatnya tidaklah terlalu jauh.

abuba4Sampai di Abuba pukul setengah delapan malam. Agak kaget juga melihat tampilan Abuba steak yang sekarang. Ada perubahan tampilan outlet yang terletak di Jalan Cipete Raya. Abuba yang sekarang sudah pindah lokasi, dari tempat yang penuh dengan asap (kata orang-orang) dan parkiran yang susah tapi tetap saja ramai (kata orang-orang lagi) ke tempat yang lebih nyaman dan interior masa kini (ini bukan kata orang, tapi kata saya). Lokasinya masih di Jalan Cipete Raya. Soal parkiran gak usah kuatir, apalagi soal tempat duduk (buanyak banget). Mau yang saling tatap-tatapan ada, mau yang lagi ‘musuhan’ dan duduk berdampingan saja dengan pembatas meja juga ada.

abuba6Menu yang disajikan masih sama. Mulai dari steak daging lokal hingga steak daging impor, ada juga steak ayam, steak salmon, steak kakap, grill sosis, grill beef burger dan steak daging goreng. Bagi yang gak doyan makan kentang jangan kuatir tersedia juga nasi putih. Harga steak berkisar dari Rp 32,000.- sampai Rp 80,000.- . Ada juga menu yang sekarang lagi nge-trend yaitu daging Wagyu Australia yang dijual sekitar Rp 135,000.-. Minuman mulai dari air mineral, soft drink, hingga milo dan lemonade. abuba9Teh hangat juga gak ketinggalan. Harga minuman dari Rp 1,000.- sampai Rp 7,000.- . Minumannya yang istimewa adalah es sekotengnya uenak poll. Abuba tidak pernah sepi dari pengunjung, apalagi pas saya sampai di sana pas waktunya makan malam, jadi hampir semua meja bagian depan penuh terisi pengunjung tapi masih ada beberapa meja di bagian belakang yang belum terisi.

abuba51Hampir dua tahun saya tidak mencicipi steak favorit ini, rasanya hmmmm… ternyata tetap tidak berubah. Rasanya tetap top markotop, apalagi dengan campuran sayuran, yang terdiri dari jagung manis, buncis, wortel dan kentang gorengnya. abuba21Seperti biasa, saya memesan menu favorit Sirloin Steak (NZ), sementara teman saya memesan Tenderloin Steak (NZ) dan Salmon Steak. Kebetulan ada satu teman yang memang tidak doyan ‘daging’ jadi dia memilih menu ikan salmon.

Ketika makanan datang, kami langsung menyantapnya, dan rasa steak masih sama seperti dulu, bahkan lebih enak menurut saya. Mak nyuss sekali rasanya. Daging yang dimasak sudah sangat matang dan dihidangkan dengan pembakaran yang sempurna. Rasanya memang sangat empuk sekali. abuba10Kuah dan bumbu yang disiramkan di atas steak juga sangat pas di lidah. Dengan sayuran dan kentang yang lumayan banyak, bagi saya Abuba Steak memang top markotop. abuba71Satu kelebihan Abuba steak adalah tersedianya berbagai macam saos dan sambal botolan, yang memungkinkan Anda untuk meracik sendiri menu saos yang pas untuk hidangan Anda. Jangan lupa ada juga mustard, kecap asin dan kecap manis, lengkap deh semua. Puaslah malam itu saya melakukan penjelajahan rasa  ’steak’  yang sangat luar biasa …..(bedug)

SURABI ENHAII (NHI) BANDUNG

PANGANAN BANDUNG, mBlakrak No Comments »

dsc_0788dsc_0789dsc_0791

Bila di Solo orang menyebutnya serabi, orang Bandung biasa menamakan makanan ini surabi. Sebenarnya kedua makanan ini sekilas hampir mirip kok. Saat ke  Bandung kemarin, salah seorang temanku di Bandung menyarankan untuk mencoba makanan surabi Arab. Meski berulangkali ke Bandung aku belum pernah dengar mengenai surabi Arab ini. Kami pun bolak balik mesti telepon teman untuk menanyakan dimana kami bisa membeli surabi arab ini tetapi tak ada yangbisa beri informasi. Sebab di Bandung yang terkenal adalah surabi enhaii, surabi imut, serta surabi durian. Akhirnya kami pun menyerah dan memilih ke warung surabi enhaii yang berada di jalan Setiabudi Bandung. Di bagian depan warung tampak banyak pembeli antri menunggu giliran. Di bagian dapur para koki sibuk memasak surabi dalam beberapa wajan kecil sesuai pesanan. Kami pun masuk ke dalam warung ini.Selain warung surabi ternyata tempat ini juga merupakan cafetaria yang menjual berbagai menu makanan seperti mi ayam, nasgor, mi goreng dan sebagainya.  Ternyata cafetaria sudah penuh dan kami kesulitan cari tempat duduk hingga kemudian naik ke lantai dua yang ternyata juga digunakan sebagai tempat makan. Di lantai dua tak kalah ramainya. Mungkin karena malam minggu jadi sangat banyak remaja yang menghabiskan malam di tempat ini. Seorang pelayan menghampiri kami dan menyodorkan menu. Kami agak bingung mesti memilih surabi rasa apa.Sebab mereka menjual aneka rasa surabi, ada surabi coklat, surabi nangka, surabi strowberi, surabi ayam, surabi sosis, surabi oncom dan sebagainya. Lalu diputuskan memesan surabi coklat keju spesial, ayam keju dan pisang bakar. Sedangkan untuk minumannya kami cuma memesan es teh, es jeruk dan air mineral. Ternyata kami mesti menunggu cukup lama. Bolak balik kami mesti panggil pelayan untuk meminta mereka lebih dulu menyajikan minum karena sudah sangat kehausan tetapi mereka bilang tunggu. Bahkan akhirnya yang muncul malah surabinya dulu sedangkan minumannya belakangan. Surabi coklat keju spesial ini bentuknya sama seperti umumnya surabi yaitu berbentuk bulat. Lebih bantat dibandingkan serabi Solo. Rasa surabinya biasa , manis, dan gurih. Mungkin yang membedakan adalah topingnya. Diatas surabi ini diberi coklat parutan keju dan mayonese warna hijau. Sedangkan untuk ayam keju, mengunakan toping potongan ayam, keju dan mayonese warna kuning orange. Rasa lebih gurih dan enak. Tapi terus terang aku hanya menyicipi sedikit dan lebih asyik menyantap pisang bakar atau pisang yang dibakar dengan mentega tanpa coklat atau keju. Tak terlalu manis ataupun asin. Lebih enak. Sesudah minum kamipun langsung pulang. Sebelumnya kami sempat melihat sekelompok pembeli di meja lain tampak menghisap Shisa (rokok khas Arab yang memiliki rasa buah-buahan). Begitu sampai luar lagi kami lihat tulisan Beirut cafe disamping warung surabi enhaii. Kami jadi bertanya-tanya, jangan-jangan yang dimaksud surabi arab itu ya surabi enhaii ini? Tapi entahlah. Mungkin teman-teman di Bandung yang lebih tahu jawabannya.(rachmira)



   Designed By:  Sadh Web Directory     Sponsered By:   BrainBloggers  & Linkature

Entries RSS Comments RSS