SEGO CEKER GLINTUNG DEPAN CAREFOUR A YANI MALANG

PANGANAN MALANG, mBlakrak No Comments »

dsc_0649Sore ini aku masih berkutat di kampus bersama dengan tim Hibah PHKI mengerjakan laporan, setelah dari  pagi sampai siang menservice kan kendaraan ku di bengkel Daihatsu. Sampai di kampus sudah lewat tengah hari langsung ngurusi perwalian mahasiswa,  jadi tidak sempat makan siang. Untungnya sore ini pas masuk ruang  rapat ada nasi campur kotakan, lumayan buat ngganjel perut. Makan nasi campur aku jadi ingat nasi campur khas  Malang.  Ada satu tempat makan nasi campur di Malang yang sangat khas karena bukanya malam hari dan disini juga ada satu lauk yang tiada duanya, yaitu ceker bumbu. Karena penasaran maka pas aku ke Malang beberapa waktu lalu, akupun menuju ke warung sego ceker tersebut. dsc_0647Lokasi warung sego ceker Glintung ini adalah di depan pusat perbelanjaan Carefour jalan Ahmad Yani Malang. Uniknya warung yang telah berdiri sejak dulu kala ini baru buka pada pukul 21.30. Saat pukul 2100 kami sampai di depan warung tersebut ternyata belum ada tanda-tanda warung tersebut buka tetapi begitu kami kembali ke warung tersebut pukul 21.30 ternyata sudah mulai banyak pembeli yang memadati warung tenda kaki lima ini. Kami pun mulai memasuki warung tenda tersebut ternyata meja kursi yang tersedia sudah penuh. Jadinya kami mesti menunggu sebentar hingga ada pembeli lain selesai makan dan kami bisa menggantikannya untuk duduk dan makan. Kami pun mulai memesan makanan sesuai keinginan masing-masing. Di warung sego campur ini yang paling khas memang sego cekernya. Ceker ini dimasak dengan menggunakan bumbu bersantan kental dan mirip dengan gudeg. dsc_0646Rasa manis dan asinnya pas dilidah. Kuahnya berwarna kecoklatan dan lekoh. Jadi bila selesai makan siap-siap segera cuci tangan karena tangan lengket semua. Bila tak suka ceker, Anda bisa memilih sayap ayam atau kepala yang juga dimasak serupa. Umumnya bagian-bagian ayam ini dimakan dengan menggunakan nasi panas dan sambal. Hanya saja mohon maaf jika terpaksa akua katakan sambalnya kurang terlalu menarik, kurang ada rasa manis asin dan kurang pedas. Padahal sambal adalah teman makan nasi yang paling klop. Jika Anda ingin tambahan lauk, Anda bisa coba sate usus, dan bakwan jagung yang sudah tersedia di atas meja. Yang penting sesudah makan jangan lupa membayar. Jangan kuwatir harganya masih cukup terjangkau (mas rachmira)

MBLAKRAK NANG WARUNG LAMA H.RIDWAN PASAR BESAR MALANG

PANGANAN MALANG, mBlakrak No Comments »

ridwan1

Ada satu agenda jalan-jalan dan makan-makan yang secara rutin selalu kulakukan berdua dengan istriku yang sudah agak lama tidak kita lakukan, yaitu ke kota Malang. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Surabaya membuat kita seringkali jalan ke kota ini, apalagi ada banyak makanan enak yang sungguh menggugah selera.

Malang punya segudang tempat wisata kuliner yang bisa dikunjungi. Salah satu tempat makan yang wajib anda coba adalah warung lama H. Ridwan. Terus terang warungnya bukan berada di pinggir jalan ataupun ruko tetapi di dalam pasar. Lokasi warung Lama H. Ridwan ini di lantai dasar Pasar Besar Malang. Meskipun di dalam pasar tetapi tempatnya lumayan besar dan nyaman. Warung ini termasuk rumah makan kuno yang bisa bertahan hingga sekarang. Bagaimana tidak, warung lama H.Ridwan ini sudah berdiri sejak tahun 1925. Berarti sudah 75 tahun. Hal ini tentu karena makanannya memang istimewa. Beberapa menu yang dijual di warung ini seperti nasi rawon, gule sapi, kare ayam, nasi campur, krengsengan sapi, ayam bumbu rujak, soto daging dan sebagainya. Rasanya mantap semua alias uenak. Nasi gule sapinya terdiri dari nasi dengan gule daging dan jerohan. Kuahnya berwarna kuning dan penuh bumbu. Tetapi rasanya tak terlalu asin. Jadi pas di lidah. Dimakan dengan acar kuning dan sambal cabe tambah uenak. Nasi kare ayamnya hampir mirip seperti itu. Sedangkan nasi campurnya terdiri dari nasi, kering tempe, acar mentimun dan wortel dan krengsengan daging. Rasanya maknyus. Bila ingin tambah lauk bisa ambil sate usus atau sate komoh. Sate komoh merupakan menu andalan kota malang. Sate komoh ini sepertinya daging dipotong-potong lalu dimasak dengan bumbu merah kemudian dimasukan dalam tusukan sate dan dibakar. Rasanya uenak. Sedangkan sate ususnya sepertinya ususnya dimasak dalam bumbu gule atau kare dan selanjutnya dimasukkan dalam tusukan sate dan dibakar. Maknyus deh. Asin dan gurihnya tepat. Sebagai penjelajah rasa saya rekomendasikan tempat ini sebagai satu tempat yang wajib dikunjungi kalau anda ke Malang. Dijamin puas (mas rachmira)

ridwan2

ridwan3

ridwan4

ridwan5



   Designed By:  Sadh Web Directory     Sponsered By:   BrainBloggers  & Linkature

Entries RSS Comments RSS