SOTO PAK MARTO DEKAT TAMAN SARI JALAN S.PARMAN YOGYAKARTA
PANGANAN KEDIRI, PANGANAN YOGYA, mBlakrak No Comments »
Bulan puasa tak terasa sudah berjalan satu minggu, dan rutinitaspun berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan yang berarti. Perubahan yang terjadi hanya satu, tidak ada lagi jadwal makan siang seperti yang biasanya ku lakukan bersama rekan-rekan. Siang inipun aku masih ngantor di kampus kebetulan ada jadwal presentasi penelitian dengan rekan-rekan P3M. Biasanya kalau pas siang begini menu makan siang yang paling sering kita makan adalah soto, baik soto daging maupun soto ayam. Di Surabaya soto ayam yang ada kebanyakan versi lamongan, sedangkan soto dagingnya kebanyakan versi madura seperti soto gubeng, soto tapak siring dan masih banyak yang lain. Satu versi soto daging yang sedikit berbeda dengan soto daging di surabaya adalah versi jogya. Ada satu tempat makan soto daging jogya yang sangat khas, namanya Soto Pak Marto. Lokasinya di jalan S. Parman Jogya atau dekat Tamansari. Warung soto pak Marto ini sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Makanya sudah banyak pelanggannya, banyak orang yang sarapan disana. Warung soto pak Marto ini sudah membuka warungnya sejak pukul setengah 6 pagi dan tutup sekitar pukul 4 sore. Menu utama warung ini jelas nasi soto daging. Porsinya tak terlalu besar. Dalam satu mangkuk sotonya selain nasi, berisi beberapa potong daging sapi, serta irisan kul dan taoge. Kuahnya berwarna bening. Rasa kuahnya sedap. Jika Anda suka makan asin dan manis, tinggal tambahkan garam dan kecap. Bila suka sambel, silakan beri sambel yang banyak.
Selain soto, mereka juga menyediakan berbagai lauk seperti tempe goreng dan perkedel. Juga tersedia beragam daging antara lain iso, babat, empal, otak dan sebagainya. Babat tersebut dimasak seperti bacam baru digoreng. Jadi rasanya manis. Dimakan bareng soto mantap deh. Silakan mencobanya jika ke Jogya. Selain di Jl. S. Parman, Soto Pak Marto sudah membuka cabang di beberapa tempat seperti di depan JEC, dekat Kridosono, dekat Jombor dan sebagainya. (mas rachmira)
Kemarin sore aku baru bisa menjemput istriku menjelang berbuka, karena sampai dengan setengah lima masih berkutat di kampus mengerjakan laporan hibah. Saat magribpun kami lalui di jalan tol waru juanda, sehingga kamipun memutuskan untuk mampir berbuka di warung mie kediri yang ada di pondok candra. Memang makan mie merupakan salah satu kegemaran kami untuk makan malam,mie jawa khususnya mie kediri, karena rasanya memang khas dan nikmat. Selain mi jawa gagrak kediri, satu lagi model mie jawa lain yang juga lumayan enak yaitu gagrak mie jogya. Salah satu tempat makan mie jawa di jogya adalah warung Bakmi Si Bisu. Awalnya aku agak heran kenapa namanya kok Bakmi Si Bisu. Tetapi setelah aku masuk ke warung kaki lima yang berada di kawasan jalan Bantul Jogyakarta (antara Pojok benteng kulon dengan pasar satwa Dongkelan) ini aku baru tahu alasan mengapa mereka memberi nama warungnya Bakmi Si Bisu.
Salah satu karyawan dari warung ini memang memiliki kekurangan atau bisu (maaf). Walaupun begitu si bisu ini rajin membantu melayani pembeli. Dengan ramah dan menggunakan bahasa Isyarat ia menanyakan apa yang ingin kami minum. Kami memesan tape panas dan teh panas. Tetapi karena ia juga memiliki kurang pendengaran maka si pemilik warung membantu menterjemahkan pesanan kami dengan menggunakan bahasa isyarat.
Tak berselang lama ia sudah menyajikan minuman yang kami pesan. Melihat memotret minuman yang kami pesan. Ia langsung menyuruh kami menunggu dan mengambil teko. Rupanya ia ingin kami memotret minumannya secara lengkap. Uniknya baik wedang tape panas dan teh panas yang kami minum sama-sama menggunakan gula batu. Rasanya jelas manis. Tapi enak kok. Kemudian kami pun menunggu pesanan makanan disajikan. Mi goreng yang dijual disini model Magelangan. Mi goreng yang disajikan berwarna kecoklatan.
Kecapnya lumayan banyak. Jadi rasanya perpaduan manis dan asin. Mi yang diberikan bukan hanya mi kuning biasa saja tetapi campur bihun. Dimasak dengan irisan ayam dan telur. Dalam penyajiannya ditaburi bawang goreng dan seledri. Hm nikmat. Sedangkan untuk mi rebus (pesenan temanku) terlihat menarik. Kuahnya tampak mengepul. Warnanya agak kekuningan Dengan campuran mi dan bihun yang dimasak dengan menggunakan bumbu-bumbu yang tepat. Dimasak dengan menggunakan telur dan ayam. Disajikan dengan irisan tomat, seledri dan bawang goreng. Rasanya enak.
Sebenarnya selain mi dan nasi goreng, mereka juga menjual rica-rica ayam. Makanya mereka menggantungkan beberapa ekor ayam di dekat mereka memasak. Rica-rica ayam ini dimasak seperti krengsengan ayam dan lebih nikmat dimakan dengan nasi putih. Karena aku belum memesannya maka aku belum bisa ceritakan bagaimana rasa rica-rica ini. Sepertinya enak. Wah ngomongin makanan, jadi tak sabar nunggu buka..hihihi (mas rachmira)
ilik warung kupat tahu Kancilan. Menurutnya, mereka biasa buka warungnya dari jam 8 pagi hingga 8 malam. Pelanggannya tak tanya warga sekitar warung tersebut. Karena ketagihan tahu kupat bikinan bu Kardi, para pelanggan dari berbagai wilayah Jogya mau jauh-jauh makan disini. Apalagi harganya memang masih murah. Seporsi kupat tahu hanya dihargai sebesar 5 ribu perak. 








Ayam Goreng Bu Tini lumayan di kenal di Jogya. Letaknya di jalan Sultan Agung Jogya. Lokasi ini tak terlalu jauh dari Marlboro/ berada di tengah-tengah antara Taman Pintar/Kantor Pos Besar Jogya dan Keraton Pakualaman Jogya. Rumah makan Ayam Goreng Ibu Tini ini sudah berdiri sejak dulu kala. Dulunya lokasinya dekat dengan tempat sekarang tetapi lebih sempit. Kini setelah mereka punya banyak pelanggan maka pindah tempat ke rumah makan yang sekarang ini. Ayam Goreng Bu Tini ini memang lain daripada yang lain. Sebelum digoreng dibumbui dulu sehingga bila dimakan rasa bumbunya meresap hingga ke dada ayam. Menurutku manis seperti bumbu bacem. Kita bisa memilih bagian paha, dada, kepala atau ati ampela. Sambalnya pun istimewa sebab diuleg halus dan rasanya manis serta tak terlalu pedas. Pokoke uenak deh bila dimakan dengan nasi. Apalagi dengan lalapan ketimun tambah maknyus. Bila haus bisa memilih beragam es dan wedang. wedang tape ketan hijaunya nikmat dan bisa menghilangkan dahaga. Harga ayam goreng dan minuman di tempat ini cukup murah makanya tak heran bila rumah makan ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Silakan coba deh bila ke Jogya dan ingin menikmati ayam goreng khas Jogya. Selain ayam goreng dan minuman, mereka juga menjual aneka kue basah yang menarik bentuknya dan uenak-uenak yang bisa dibawa untuk buah tangan untuk teman-teman.(rachmira)


